Makna dan sumber-sumber Aqidah Islam

Makna Aqidah
Secara bahasa, Aqidah berasal dari kata: عَقِيْدَةً -< عَقْدًا –<يَعْقِدُ –< عَقِدَ Kata Aqdan ( عَقْدًا ) berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh. Setelah terbentuk menjadi ‘Aqidah ( عَقِيْدَةً ) kata itu berarti keyakinan. Relevansi antara ‘aqdan ( عَقْدًا ) dan ‘aqidah ( عَقِيْدَةً ) adalah keyakinan yang tersimpul kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian.
Secara istilah, ‘aqidah bermakna: beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketenteraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur sedikitpun dengan keragu-raguan.

Sumber-sumber Aqidah Islam
Sumber Aqidah Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Artinya, apa saja yang disampaikan oleh Allah dalam Al-Qur’an dan oleh Rasul-Nya dalam Sunnahnya wajib diimani dan diamalkan.Sedangkan akal pikiran tidaklah menjadi sumber aqidah, tetapi hanya berfungsi memahami nash-nash yang terdapat dalam kedua sumber tersebut.

Fungsi Aqidah Islam dalam Ishlah (Perbaikan) Ummat
Aqidah adalah ibarat dasar atau fondasi untuk mendirikan bangunan. Tidak ada bangunan tanpa fondasi. Semakin tinggi bangunan yang akan didirikan, harus semakin kokoh fondasi yang dibuat. Kalau fondasinya lemah, bangunan itu akan cepat ambruk.
Ajaran Islam sering kita bagi dalam sistimatika:
(1) aqidah, (2) ibadah, (3) akhlaq dan (4) muamalat, atau (1) aqidah, (2) syari’ah dan (3) akhlaq, atau (1) iman, (2) islam dan (3) ihsan.
Ketiga atau keempat aspek itu tidak dapat dipisahkan sama sekali; satu sama lain saling terkait. Seseorang yang memiliki aqidah yang kuat pasti akan melaksanakan ibadah dengan tertib, memiliki akhlaq yang mulia dan bermuamalat dengan baik. Ibadah seseorang juga tidak akan diterima oleh Allah kalau tidak dilandasi dengan aqidah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *