Dari Abu Darda’ ra, ada seseorang berkata kepada Rasulullah saw:
دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ، قَالَ: لَا تَغْضَبْ، وَلَكَ الْجَنَّةَ
“Tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkanku ke dalam Surga. “Rasulullah menjawab: “Janganlah engkau marah, niscaya engkau akan mendapat Surga.” (HR. At-Thabrani. Al-Mundziri berkata: Ath-Thabrani meriwayatkan dengan dua sanad, yang salah satunya adalah shahih. dan Al-AlBani berkata: “shahih, Shahihul Jami’ as-Shaghir No: 2374)
Asal riwayat hadist di atas terdapat dalam Shahihul Bukhari, yaitu dari riwayat Abu Hurairah bahwa seorang laki laki berkata kepada Nabi: “Berilah aku nasihat.” Rasulullah pun bersabda: “Janganlah engkau marah.” Orang itu megulangi perkataannya berkali kali dan beliau menjawab: “Janganlah engkau marah.” (Shahih Al-Bukhari No. 6116)
Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhani ra, Rasulullah saw bersabda:
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنْ أَيِّ الْحُورِ الْعِيْنِ شَاءَ “
Barang siapa menahan amarahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskan maka Allah akan memanggilnya di hadapan semua makhluk pada hari kiamat kelak dan mempersilahkan untuk memilih bidadari mana yang ia inginkan.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi berkata: “hadist ini hasan gharib. “Al-AlBani mengatakan: “Hasan”, Shahihul Jami’ No. 6522)