Rasulullah adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib al-Hasyimi al-Qurasyi. Beliau adalah Nabi yang paling mulia dan penutup para nabi.
Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah dan tinggal di kota itu selama 53 tahun. Kemudian Beliau hijrah ke Madinah dan tinggal disana selama 10 tahun. Beliau wafat di Madinah pada bulan Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah dalam usia 63 tahun.
Beliau menjadi Nabi ketika turun kepadanya wahyu Allah I, yang berbunyi:
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq, 96: 1-5)
Selanjutnya beliau menjadi seorang Rasul ketika telah turun kepadanya wahyu Allah SWT:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ ١ قُمۡ فَأَنذِرۡ ٢ وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ ٣ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡ ٤ وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ ٥ وَلَا تَمۡنُن تَسۡتَكۡثِرُ ٦ وَلِرَبِّكَ فَٱصۡبِرۡ ٧
“Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (QS. Al Muddatstsir, 74: 1-7)
Nabi Muhammad diutus untuk mentauhidkan Allah Idengan membawa syari’at-Nya yang berisi ajaran untuk melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, serta diutus sebagai rahmat bagi alam semesta; untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan syirik, kekufuran dan kejahiliyahan, menuju cahaya ilmu, iman dan tauhid; sehingga manusia dapat memperoleh maghfirah Allah dan keridhaan-Nya, serta selamat dari siksa dan murka-Nya.
Kita wajib meneladani beliau serta mengikutinya.
Allah SWT berfirman:
لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا ٢١
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab, 33: 21)
Kita wajib mendahulukan kecintaan kepada beliau melebihi kecintaan kita kepada orang tua, anak, dan segenap manusia.
Yang dimaksud dengan cinta kepada Nabi Muhammad r adalah mengikuti dan mentaatinya.
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ r لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ وَأَهْلِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian sebelum aku lebih dicintai dari pada anaknya, orang tuanya dan semua manusia.” (Shahih, Sunan An-nasa-i)