Ma’rifatuddin (Mengenal Agama)
Agama kita adalah Islam. Allah tidak menerima agama selain Islam.
Allah SWT berfirman:
”Barangsiapa mengikuti agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali ‘Imran, 3: 85)
Tingkatan din (agama) ada tiga: Islam, Iman dan Ihsan
Islam yaitu berserah diri kepada Allah I dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan keta’atan serta berlepas diri dari segala jenis syirik dan para pelakunya.
Iman yaitu percaya kepada Allah, para malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan percaya kepada taqdir-Nya, yang baik maupun yang buruk.
Ihsan yaitu “Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
Tiga tingkatan din ini terangkum dalam hadits Bukhari dalam shahihnya:
Telah menceritakan kepadaku Ishaq dari Jarir dari Abu Hayyan dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah tbahwa Rasulullah rbersabda: “Pada suatu hari Rasulullah rsedang berada bersama kami, lalu datanglah seorang laki-laki dengan berjalan kaki, lantas bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah iman itu?”
Beliau menjawab: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, para Rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, dan hari akhir.” Lalu ia bertanya lagi; Wahai Rasulullah, apakah Islam itu?” Beliau menjawab: “Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan puasa di bulan Ramadhan.”
Kemudian ia bertanya lagi; “Wahai Muhammad, apakah Ihsan itu?” beliau menjawab: “Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak dapat melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu.”
Ia bertanya lagi, “Kapan hari kiamat datang?” Beliau menjawab: “Orang yang ditanya tentangnya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya, namun aku akan memberitahukan kepadamu tanda-tandanya; ‘Apabila Seorang budak perempuan melahirkan anak majikannya, di antara tandanya juga; “Orang yang bertelanjang kaki dan dada menjadi pemimpin manusia. Itulah diantara tanda-tandanya. Ada 5 hal yang tidak dapat mengetahuinya kecuali Allah saja; Sesungguhnya Allahlah yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, kapan turunnya hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim-rahim ibu.
Kemudian orang yang bertanya tadi pergi. Nabi rberkata; ‘Panggilkan orang itu! Maka para sahabat itu mencarinya untuk memanggilnya namun mereka tidak melihat sesuatu pun. Kemudian Nabi rbersabda: ‘Sesungguhnya itu Jibril, dia datang untuk mengajari manusia perkara agamanya.’ (Shahih Bukhari; 4404)