Allah SWT berfirman:
“Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Al-Hajj: 58)
Allah SWT juga berfirman:
“Orang-orang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar.”(QS. At-Taubah:20-22)
Penjelasan dan kesimpulan:
Orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad mendapat jaminan beberapa balasan yang dijanjikan Allah kepada mereka, di antaranya:
Mendapat balasan rahmat yang luas dari Allah SWT.
Memperoleh pahala terbesar yakni, keridhaan yang sempurna dari Allah . Sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa Rasulullah bersabda yang artinya:
“Allah berfirman kepada ahli surga, ‘Aku akan memberikan kepadamu sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Kuberikan.’
Mereka bertanya, “Ya Tuhan kami, pemberian apakah yang lebih utama itu?” Allah berkata, “Aku telah meridhai kamu sekalian dan tidak akan memurkaimu sesudah itu selama-lamanya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i dari Abu Said al-Khudriy)
Mendapat balasan masuk surga yang menjadi tempat tinggal mereka kekal di surga selama-lamanya.
>> Hijrah dalam pengertian maknawiyah meninggalkan semua larangan Allah adalah didasarkan pada sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi saw bersabda:
“Seorang muslim ialah orang yang selamat dari-nya muslim lainnya dari lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah ialah orang yang meninggalkan segala yang dilarang Allah darinya.” (HR. Al-Bukhari)
Dari hadits tersebut bisa difahami bahwa hijrah tidak hanya selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tapi hijrah juga bisa bermakna menjadi orang dengan kepribadian yang lebih baik dengan menjauhkan apa yang dilarang oleh Allah SWT.
Sebagaimana Allah dalam Surah Al-Mudatsir ayat 5 juga memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berhijrah dengan menjauhkan diri dari hal-hal buruk.
“Segala (perbuatan) yang keji, tinggalkanlah!”
Hijrah dalam arti sesuai perintah Allah SWT bisa berupa meninggalkan kekufuran menuju iman, menjauhkan diri dari kebiasaan tercela lalu beralih kepada terpuji, dari perilaku syirik menuju tauhid, menghindari maksiat untuk menuju ketaatan, dan perilaku lain yang sejenisnya.